sebuah Inspirasi yang tertunda

Warna dan arti kiasan tku

a. Kelopak bunga kelapa yang
mulai merekah, menggambarkan
pertumbuhan tanaman,
mengibaratkan Pramuka Siaga
yang sedang tumbuh menjadi
tunas calon bangsa.
b. kelopak bunga diletakkan
miring, menggambarkan bunga
kelapa yang selalu
memperlihatkan sudut miring
terhadap batang pohonnya,
mengibaratkan keterikatan
Pramuka Siaga dengan keluarga
dan orang tuanya.
c. Mayang terurai bertangkai
tiga buah, menggambarkan
bunga yang sudah mulai
berkembang, indah dan menarik,
mengibaratkan Pramuka
Penggalang yang riang, lincah
dan bersikap menarik, sebagai
calon tunas bangsa yang sedang
berkembang, menggladi dirinya
dengan jiwa Pramuka yang
berlandaskan pada Trisatya.
d. Mayang terurai yang mekar
ke samping, mengibaratkan
makin terbukanya pandangan
Pramuka Penggalang, dan
menerima pengaruh yang baik
dari lingkungan sekitarnya.
e. Bintang bersudut lima
mengibaratkan Ketuhanan Yang
Mahaesa dan Pancasila.
f. Dua buah tunas kelapa yang
berpasangan mengibaratkan
keselarasan dan kesatuan gerak
Pramuka Penegak dan Pandega,
putera dan puteri, yang sedang
membina dirinya sebagai mahluk
pribadi, mahluk sosial dan
mahluk Tuhan, menuju cita-cita
bangsa yang tinggi, setinggi
bintang di langit, untuk
kemudian mengabdikan dirinya
ke dalam dank e luar organisasi
Gerakan Pramuka.
g. Tanda Penegak Bantara,
Penegak Laksana dan Pandega
diletakkan di atas pundak kiri
dan kanan, mengibaratkan
pemberian tanggung jawab yang
tidak ringan yang dipikulnya
sebagai anggota Gerakan
Pramuka dan kader
pembangunan bangsa dan
negara.
Arti warna:
1) warna hijau melambangkan
kesegaran hidup sesuatu yang
sedang tumbuh.
2) warna merah melambangkan
kemeriahan hidup sesuatu yang
sedang berkembang.
3) warna kuning dan kuning
emas melambangkan kecerahan
hidup yang menuju ke
keagungan dan keluhuran budi.
4) warna coklat melambangkan
kematangan jasmani dan rohani,
kedewasaan dan keteguhan.

Sejarah Ks Tubun dan Cut nyak Dien Nama Ambalan Kami

Karel Satsuit Tubun

Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuit Tubun, (lahir di Maluku Tenggara, 14 Oktober 1928 – meninggal di Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 36 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah seorang korban Gerakan 30 September pada tahun 1965. Ia adalah pengawal dari J. Leimena. Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Dikarenakan dia adalah korban Gerakan 30 September, maka dia diangkat menjadi seorang Pahlawan Revolusi.










Cut Nyak Dhien (ejaan lama: Tjoet Nja' Dhien, Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848 – Sumedang, Jawa Barat, 6 November 1908; dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Ibrahim Lamnga tewas di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 yang menyebabkan Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah hendak menghancurkan Belanda.
Teuku Umar, salah satu tokoh yang melawan Belanda, melamar Cut Nyak Dhien. Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolak, tetapi karena Teuku Umar memperbolehkannya ikut serta dalam medan perang, Cut Nyak Dhien setuju untuk menikah dengannya pada tahun 1880 yang menyebabkan meningkatnya moral pasukan perlawanan Aceh. Mereka dikaruniai anak yang diberi nama Cut Gambang. Setelah pernikahannya dengan Teuku Umar, ia bersama Teuku Umar bertempur bersama melawan Belanda. Namun, Teuku Umar gugur saat menyerang Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899, sehingga ia berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Cut Nyak Dien saat itu sudah tua dan memiliki penyakit encok dan rabun, sehingga satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba. Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. Namun, ia menambah semangat perlawanan rakyat Aceh serta masih berhubungan dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap, sehingga ia dipindah ke Sumedang. Tjoet Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang.

Percakapan Facbook tentang Pramuka

Santo Elmada dari jaman dlu masyarakat tahu kalo pramuka itu cuma nyanyi- nyanyi, heiking, kemah, api unggun trus baris- baris....selebihnya gak keliatan....Banyak bikin anak gak teratur mandi dan tingkah laku semrawut semaunya....ngabisin duit....giliran kegiatan besar cuma jadi ajang selip sana selip sini anggaran, rencana maksimal dianggarin pelaksanaan diminimalkan. pembinaannya kalo ada sertifikat yang menunjang kredit sertifikasi or lain-lain. diluar itu....ogah karna gak ada duitnya, anakpun gak mau ikut karna gak asik
 
Saya Adalah Saya PRAMUKA= Baik Bagi Kaum Muda

Oknum Dalam Pramuka = Membuat Pramuka Jalan Di tempat

Setiap Anggota Gerakan Pramuka Khususnya Penegak dan Pandega mempunya Pemikiran Yang sama Seperti kakak akan Tetapi Sekarang sebagai realita yang kita lihat bersama dan di mana-mana memang itu terjadi tapi akankah kakak ingin pramuka selalu seperti ini??
lagi, lagi, dan lagi menjadi sebuah sebuah gerakan yang jalan di tempat.

saya pribadi Masih mempertanyakan apa guna moto Para Pembina dan kakak-kakak yang udah ikut Kursus2 yang motonya
"ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawalaksana"
apakah itu hanya sebuah moto dan hanya sebuah slogan untuk menunjukan kalau orang yang udah jadi pembina or pelatih nto ikhlas semua, rela berbagi, bersedia untuk mengabdi?

Semua itu di dasari dari Manusianya/oknumnya
Kalau bukan kita siapa? yang bisa mengubahnya
Kalau bukan sekarang, kapan lagi merubahnya?
saya pribadi belajar untuk mengAwali dari diri sendiri baru saya tularkan kepada orang lain.

Terima kasih kak Udah Buat Forum ini Karena Mudah-mudah Topik yang kakak Buat Ni Bisa Di lihat Semua Kader Gerakan Pramuka Agar Pramuka Tidak Terasa Jalan Di Tempat Tapi Siap Memberi AQba-aba
MAJU JALAN!!!!!
 
Rahmat Habsyi pramuka keliatan tepuk dan nyanyi harus dimaknai yang mendalam, jangan diliat yang negatif karena oknum, pramuka pendidikan karakter bukan pendidikan yang ada disekolah, pramuka mendidik anak bangsa dari sikap, tingkah laku, amalan dan perbuatan sejak dini.
tepuk tangan banyak manfaat dari kesehatan untuk menghindari syaraf2 yang betumbangan karena ditelapak tangan kita banyaknya syaraf yang berhubungan di seluruh tubuh kita.
 
Saya Adalah Saya "pramuka keliatan tepuk dan nyanyi harus dimaknai yang mendalam, jangan diliat yang negatif karena oknum, pramuka pendidikan karakter bukan pendidikan yang ada disekolah, pramuka mendidik anak bangsa dari sikap, tingkah laku, amalan dan perbuatan sejak dini"

Semua Itu Proses Kak, Terkadang Masyarakat Hanya menilai Darti Luar terlebih Dahulu Bukan Dari Dalam, Sekarnag Saatnya Untuk menunjuk kan kepada masyarakat dan agar di ketahui bahwa pramuka juga sebagai manusia yang berprilaku sosial yang tinggi dengan cara mengemalkan dasadarmanya
 
Santo Elmada Kembali lagi pada motifasi....llha wong pembinanya sudah tidak termotifasi trus gimana? anakku yang siaga ngomong kalo wajahnya sama dengan wajah bapak ibunya, begitu juga dipramukanya wajah anak didiknya adalah wajah yanda bundanya....pembina tak termotifasi anakkupun dapat apa? organisasi kita bukan organisasi punye kite aja...tapi punya orang yang katanya banyak walau yang peduli sedikit....
 
Rahmat Habsyi nah itu, jangan menyalahkan pembina salahkan pelatihnya, wong punya ilmu diirit-irit keluarnya, sipura-pura alasannya, adain porgram pertemuan untuk para pembina sehingga wajah pembina ga dirubah supaya wajah anak bangsa pun ga berubah. amiin
 
Saya Adalah Saya @ Kak Santo
Sekarang Sedikir Pembina Yang termotivasi untuk Memberikan Motivasi Di dalam Gerakan Pramuka, Jika Seluruh Anggota Pramuka Dari Siaga, Galang Tegak, Dega, Dan Dewasa Bisa Menjadi Suatu Ikatan Rantai yang biak dan tidak memiliki sifat aku dapat apa????
mungkin kakak juga seorang Pembina Di Gerakan Pramuka dan kakak Sendiri Mengetahui Bagai mana Proses dari anggota gerakan Pramuka yang saat ini katanya hanya bisa tepuk tangan, Menyanyi dan Berkemah selalu itu saja yang di katakan Masyarakat karena masyarakat hanya mengetahui bahwa di dalam gerakan Pramuka Hanya Menghabiskan Uang Oram tua untuk mengikuti kegiatan, tapi bagaimanapun juga Khusus pribadi saya,
saya adalah salah seorang yang telah mengucapkan tri satya dan dasa dharma diman saya terikat sumpah sumpah yang menaruhkan kehormatan saya di Mata tuhan yang maha esa dan kepada negara kesatuan Republik indonesia untuk mengabdi dengan sepenuh hati walau raga ini tersakiti, (caile)
tapi itu bener kok kak,

@kak Rahmat Habsyi
Semua Salah Bukan Dari Pembina dan Pelatih Semua Tak Mau Berpikir saya harus berbuat Apa??
Termaksut saya juga Salah hanya Bisa Berbicara di Facebook Bukan Pembuktian Di dunia nyata dan mudah-mudahan saya bisa menerapkannya di awali dari diri saya dan juga akan mengajak kawan-kawan saya dan akan membuat masyarakat untuk bisa menerima Gerakan Tertua Di indonesia 
 
Santo Elmada membentuk watak memang mulia sangat....but....sulit? sangat....hati-hati...? perlu...tapi kalo gagal....kalo dandan motor gagal besok bisa dibongkar lagi...lha kalo watak terbentuk gagal...gimana? semrawut...pembinapun dah ganti- ganti....siaga si A di SD anu,dipenggalang si Z karna sekolah di SMP itu, penegak gak ikutan karna mogok sekolah....pandega apa maneh....sementara Kwartir ranting cuma bikin gudep di sekolah...boro- boro buat gudep teritorial...gudep yang ada aja kegiatannya cuma kalo HUT PRAM aja.
 
Saya Adalah Saya @Kak Santo
Kita kembalikanKepada Tujuan Akhir Gerakan Pramuka Yaitu Pembentukan Pribadi dan Watak
maaf kak Semua tergantung Pembina Pramukanya sesorang yang sudah mengikuti Kursus2 kakak mengetahui sendiri banyak anggota dadakan seperti guru2 yang di tugaskan oleh ka.mabigusnya akan tetapi apakah guru tersebut mau menjalankan amanah dari kursus untuk menjadi seorang pembina ?? Jawabnya Hanya Beberapa guru yang Menjalankan Tugas setelah Kursus Selebihnya hanya mengejarSertifikasi

Manusia Jangan Di samakan Seperti Motor kak, manusia Bukan Mesin yang tidak mempunyai hati tapi manusia mempunya hati bahkan akal pikiran yang di berikan oleh tuhan YME agar bisa Mengetahui Apa itu hitam dan putih,

Kami Geberasi Muda
Membutuhkan Pundak Untuk Bersandar
Membutuhkan Bantuan Untuk Berdiri
Memutuhkan Contoh Untuk mempelajari Sesuatu dari Orang Lain

Semua Kita Kembalikan Ke Para anggotanya Lagi karena Gerakan Pramuka Akan Terlihat Baik dan tidak di rasa jalan di tempat jika Semua pimpinan memberikan Aba-aba Untuk
"MAJU JALAN!!!"
 Sumber : Grup Kwarda Lampung