sebuah Inspirasi yang tertunda

Percakapan Facbook tentang Pramuka

Santo Elmada dari jaman dlu masyarakat tahu kalo pramuka itu cuma nyanyi- nyanyi, heiking, kemah, api unggun trus baris- baris....selebihnya gak keliatan....Banyak bikin anak gak teratur mandi dan tingkah laku semrawut semaunya....ngabisin duit....giliran kegiatan besar cuma jadi ajang selip sana selip sini anggaran, rencana maksimal dianggarin pelaksanaan diminimalkan. pembinaannya kalo ada sertifikat yang menunjang kredit sertifikasi or lain-lain. diluar itu....ogah karna gak ada duitnya, anakpun gak mau ikut karna gak asik
 
Saya Adalah Saya PRAMUKA= Baik Bagi Kaum Muda

Oknum Dalam Pramuka = Membuat Pramuka Jalan Di tempat

Setiap Anggota Gerakan Pramuka Khususnya Penegak dan Pandega mempunya Pemikiran Yang sama Seperti kakak akan Tetapi Sekarang sebagai realita yang kita lihat bersama dan di mana-mana memang itu terjadi tapi akankah kakak ingin pramuka selalu seperti ini??
lagi, lagi, dan lagi menjadi sebuah sebuah gerakan yang jalan di tempat.

saya pribadi Masih mempertanyakan apa guna moto Para Pembina dan kakak-kakak yang udah ikut Kursus2 yang motonya
"ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawalaksana"
apakah itu hanya sebuah moto dan hanya sebuah slogan untuk menunjukan kalau orang yang udah jadi pembina or pelatih nto ikhlas semua, rela berbagi, bersedia untuk mengabdi?

Semua itu di dasari dari Manusianya/oknumnya
Kalau bukan kita siapa? yang bisa mengubahnya
Kalau bukan sekarang, kapan lagi merubahnya?
saya pribadi belajar untuk mengAwali dari diri sendiri baru saya tularkan kepada orang lain.

Terima kasih kak Udah Buat Forum ini Karena Mudah-mudah Topik yang kakak Buat Ni Bisa Di lihat Semua Kader Gerakan Pramuka Agar Pramuka Tidak Terasa Jalan Di Tempat Tapi Siap Memberi AQba-aba
MAJU JALAN!!!!!
 
Rahmat Habsyi pramuka keliatan tepuk dan nyanyi harus dimaknai yang mendalam, jangan diliat yang negatif karena oknum, pramuka pendidikan karakter bukan pendidikan yang ada disekolah, pramuka mendidik anak bangsa dari sikap, tingkah laku, amalan dan perbuatan sejak dini.
tepuk tangan banyak manfaat dari kesehatan untuk menghindari syaraf2 yang betumbangan karena ditelapak tangan kita banyaknya syaraf yang berhubungan di seluruh tubuh kita.
 
Saya Adalah Saya "pramuka keliatan tepuk dan nyanyi harus dimaknai yang mendalam, jangan diliat yang negatif karena oknum, pramuka pendidikan karakter bukan pendidikan yang ada disekolah, pramuka mendidik anak bangsa dari sikap, tingkah laku, amalan dan perbuatan sejak dini"

Semua Itu Proses Kak, Terkadang Masyarakat Hanya menilai Darti Luar terlebih Dahulu Bukan Dari Dalam, Sekarnag Saatnya Untuk menunjuk kan kepada masyarakat dan agar di ketahui bahwa pramuka juga sebagai manusia yang berprilaku sosial yang tinggi dengan cara mengemalkan dasadarmanya
 
Santo Elmada Kembali lagi pada motifasi....llha wong pembinanya sudah tidak termotifasi trus gimana? anakku yang siaga ngomong kalo wajahnya sama dengan wajah bapak ibunya, begitu juga dipramukanya wajah anak didiknya adalah wajah yanda bundanya....pembina tak termotifasi anakkupun dapat apa? organisasi kita bukan organisasi punye kite aja...tapi punya orang yang katanya banyak walau yang peduli sedikit....
 
Rahmat Habsyi nah itu, jangan menyalahkan pembina salahkan pelatihnya, wong punya ilmu diirit-irit keluarnya, sipura-pura alasannya, adain porgram pertemuan untuk para pembina sehingga wajah pembina ga dirubah supaya wajah anak bangsa pun ga berubah. amiin
 
Saya Adalah Saya @ Kak Santo
Sekarang Sedikir Pembina Yang termotivasi untuk Memberikan Motivasi Di dalam Gerakan Pramuka, Jika Seluruh Anggota Pramuka Dari Siaga, Galang Tegak, Dega, Dan Dewasa Bisa Menjadi Suatu Ikatan Rantai yang biak dan tidak memiliki sifat aku dapat apa????
mungkin kakak juga seorang Pembina Di Gerakan Pramuka dan kakak Sendiri Mengetahui Bagai mana Proses dari anggota gerakan Pramuka yang saat ini katanya hanya bisa tepuk tangan, Menyanyi dan Berkemah selalu itu saja yang di katakan Masyarakat karena masyarakat hanya mengetahui bahwa di dalam gerakan Pramuka Hanya Menghabiskan Uang Oram tua untuk mengikuti kegiatan, tapi bagaimanapun juga Khusus pribadi saya,
saya adalah salah seorang yang telah mengucapkan tri satya dan dasa dharma diman saya terikat sumpah sumpah yang menaruhkan kehormatan saya di Mata tuhan yang maha esa dan kepada negara kesatuan Republik indonesia untuk mengabdi dengan sepenuh hati walau raga ini tersakiti, (caile)
tapi itu bener kok kak,

@kak Rahmat Habsyi
Semua Salah Bukan Dari Pembina dan Pelatih Semua Tak Mau Berpikir saya harus berbuat Apa??
Termaksut saya juga Salah hanya Bisa Berbicara di Facebook Bukan Pembuktian Di dunia nyata dan mudah-mudahan saya bisa menerapkannya di awali dari diri saya dan juga akan mengajak kawan-kawan saya dan akan membuat masyarakat untuk bisa menerima Gerakan Tertua Di indonesia 
 
Santo Elmada membentuk watak memang mulia sangat....but....sulit? sangat....hati-hati...? perlu...tapi kalo gagal....kalo dandan motor gagal besok bisa dibongkar lagi...lha kalo watak terbentuk gagal...gimana? semrawut...pembinapun dah ganti- ganti....siaga si A di SD anu,dipenggalang si Z karna sekolah di SMP itu, penegak gak ikutan karna mogok sekolah....pandega apa maneh....sementara Kwartir ranting cuma bikin gudep di sekolah...boro- boro buat gudep teritorial...gudep yang ada aja kegiatannya cuma kalo HUT PRAM aja.
 
Saya Adalah Saya @Kak Santo
Kita kembalikanKepada Tujuan Akhir Gerakan Pramuka Yaitu Pembentukan Pribadi dan Watak
maaf kak Semua tergantung Pembina Pramukanya sesorang yang sudah mengikuti Kursus2 kakak mengetahui sendiri banyak anggota dadakan seperti guru2 yang di tugaskan oleh ka.mabigusnya akan tetapi apakah guru tersebut mau menjalankan amanah dari kursus untuk menjadi seorang pembina ?? Jawabnya Hanya Beberapa guru yang Menjalankan Tugas setelah Kursus Selebihnya hanya mengejarSertifikasi

Manusia Jangan Di samakan Seperti Motor kak, manusia Bukan Mesin yang tidak mempunyai hati tapi manusia mempunya hati bahkan akal pikiran yang di berikan oleh tuhan YME agar bisa Mengetahui Apa itu hitam dan putih,

Kami Geberasi Muda
Membutuhkan Pundak Untuk Bersandar
Membutuhkan Bantuan Untuk Berdiri
Memutuhkan Contoh Untuk mempelajari Sesuatu dari Orang Lain

Semua Kita Kembalikan Ke Para anggotanya Lagi karena Gerakan Pramuka Akan Terlihat Baik dan tidak di rasa jalan di tempat jika Semua pimpinan memberikan Aba-aba Untuk
"MAJU JALAN!!!"
 Sumber : Grup Kwarda Lampung
 
 
 
 
 
 
 

OUT DOOR GAME

Pembentukan Kelompok

Senandung (Hamming)

Tujuan : Mendorong tejadinya interaksi yang intensif dan menyadarkan perlunya kerjasama.

Media : Potongan lagu anak-anak/ yang lain, contoh balon, naik kepuncak gunung, pelangi, dll
Langkah-langkah :
Fasilitator menjelaskan nama pemainan ini yaitu hamming (senandung).
Fasilitator membagikan potongan lagu dalam gulungan kertas pada semua peserta dengan satu lagu yang tidak sama untuk peserta.
Peserta diminta melihat dengan baik dan menyimpan kertas yang berisi potongan lagu itu, dan tidak boleh memberitahukan potongan lagu itu pada peserta lain.
Semua peserta diminta untuk bersenandung sesuai dengan potongan lagu dalam kertas, dan mencari yang senandungnya sama. Peserta yang mempunyai senandung sama diminta berkelompok.

Evaluasi dan refleksi
Bagaimana perasaan peserta pada waktu melakukan permainan tadi?
Bagaimana perasaan peserta pada waktu mencari senandung yang sama?
Bagaimana perasaan peserta yang tidak mendapatkan kelompok?
Evaluasi dari fasilitator yang diarahkan pada pentingnya kerjasama kelompok.

2. Perkenalan

Ball Game

Tujuan : Pengenalan diri, dii orang lain, pengembangan diri termasuk pengembangan mental yang berorientasi mutu dan motivasi diri.

Media : Bola karet

Langkah-langkah :

Tahap I
Fasilitator menjelaskan aturan permainan yaitu esensi permainan ini adalah menyebutkan nama, pada tahap pertama setiap peserta akan mendapatkan lemparan bola (satu peserta hanya satu kali menyentuh bola).
Peserta yang mendapat bola melemparkan bola pada peserta lain dengan cara menyebut nama sendiri dan nama tujuan peserta yang akan diberi bola (Dzikron – Burhan).
Peserta yang terakhir menerima bola melempar kepada fasilitator yang berbeda di tengah lingkaran.

Tahap II
Esensi permainan ini tetap menyebutkan nama, satu peserta satu kali menyentuh bola.
Bagi peserta yang menerima bola mengucapkan terima kasih kepada penberi bola. Kemudian melempar bola kepada peserta lain dengan menyebut nama sendiri dan nama peserta lain yang akan diberi bola (terima kasih Dzikron, Burhan – Rio)
Peserta terakhir menerima bola, melempa pada fasilitator yang berada ditengah lingkaran.

Tahap III
Esensi pemainan ini adalah menyebutkan nama dan setiap peserta hanya satu kali menyentuh bola, hanya pada tahap ini peserta dituntut untuk bekeja dengan kecepatan tinggi
Fasilitator memberikan waktu untuk diskusi peserta akan diperoleh cara yang paling cepat

Catatan : Pada tahap fasilitator memberi hukuman baik untuk kelompok atau individu setiap tejadi kesalahan.

Evaluasi dan Refleksi
Bagaimana perasaan peserta pada waktu melakukan permainan tadi?
Bagaimana kesan peserta terhadap kelompok ini dan pserta lain?
Apakah semua peserta sekarang sudah dapat mengenal peserta lain?
(Fasilitator dapat mengembangkan evaluasi pada pengembangan diri. pengembangan mental yang berorientasi pada mutu dan motivasi diri).
Evaluasi dari fasilitator yang diarahkan pada pentingnya kerjasama kelompok.

3. Pemecah Kesunyian

Goyang Angka

Tujuan : Menjadikan suasana yang sudah lelah menjadi sebuah semangat baru.

Media : Kita ingat saja tanggal pada saat melakukan permainan itu, misal 12 Agustus 2008

Langkah-langkah :
Fasilitator menanyakan biasanya menulis pakai apa?
Pasti peserta akan menjawab pakai pensil/ bolponit/ juga spidol
Pada saat itu Fasilitator meminta pada saat itu menulis pensil/ bolponit/ pun spidol tetapi memakai pantat.
Pesera diminta untuk berdiri sambil menaruh tangannya dipinggang. Kemudian secara bersama-sama mempraktekkan menulis angka 12 08 2008 sambil mengucapkan angka-angka tadi.

ikatan

PENDAHULUAN

1. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :

a. Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka

b. Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain

c. Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat

2. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang :

a. Berhenti bernafas

b. Pendarahan parah

c. Shok

d. Patah tulang

3. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan.


MATERI POKOK

1. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)


a. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas

Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan.

Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.

Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :

1) Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas

2) Rahang ditarik sampai mulut terbuka

3) Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.

4) Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :

a) Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.

b) Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit


b. P3K bagi korban Sengatan Listrik

1) Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering

2) Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban

3) Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang


c. P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah

1) Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti.

Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika.

Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.


2) Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak.

3) Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.


d. Pertolongan Pertama Mengurangi Shok

1) Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.

2) Tanda-tanda Shok

a) Denyut nadi cepat tapi lemah

b) Merasa lemas

c) Muka pucat

d) Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil

e) Merasa haus

f) Merasa mual

g) Nafas tidak teratur

h) Tekanan darah sangat rendah

3) Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :

a) Menghentikan pendarahan

b) Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas

c) Memberi nafas buatan

d) Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan

4) Langkah - langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :

a) Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak.

Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.

b) Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin

c) Usahakan pasien tidak melihat lukanya

d) Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :

- 1 sendok teh garam dapur

- ½ sendok teh tepung soda kue

- 4-5 gelas air

- dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh

e) perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah.

f) Cepat-cepat panggil dokter



e. P3K patah tulang

1) Tanda-tanda patah tulang

a) Penderita tidak dapat menggerakkan bagian yang luka

b) Bentuk bagian yang terkena tampak tidak normal

c) Ada rasa nyeri kalau digerakkan

d) Kulit tidak terasa kalau disentuh

e) Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit yang luka


2) Pedoman umum pertolongan pertama terhadap patah tulang

a) Pada umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang.

b) Kalau korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan

c) Kemudian lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya :

- hentikan pendarahan serius yang terjadi

- usahakan korban terhindar dari hambatan pernapasan

- upayakan lalu lintas udara tetap lancer

- jika diperlukan buatlah nafas buatan

- jangan meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga agar leher tidak bergerak

d) Kalau bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang.

Pasanglah selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.


3) Macam-macam patah tulang dan pertolongan pertamanya


a) Patah lengan bawah Pergelangan Tangan

• Letakkan perlahan-lahan lengan bawah tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan lengan atas, sedang telapak tangan rata di dada

• Siapkan 2 pembelat ( bidai ) yang dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian dalam, sedang yang lain untuk membelat bagian luar

• Usahakan pembelat merentang dari siku sampai ke punggung jemari

• Aturlah gendongan tangan ke leher sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10 cm dari siku

 Patah Tulang lengan Atas (siku ke bahu)

• Letakkan tangan perlahan-lahan ke samping tubuh dalam posisi sealamiah mungkin

• Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menempel perut

• Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di atas dan di bawah bagian yang patah

• Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada dan belatan (bidai)

c) Patah Tulang Lengan Bawah

Letakkan pembelat (bidai) berlapis di bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.

d) Patah Tulang di paha

• Patah tulang di paha sangat berbahaya, tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter

• Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal

• Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar

• Gunakan 2 pembelat papan lebar 10-15 cm yang dilapisi dengan kain empuk

• Panjang pembelat untuk bagian luar harus merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk bagian dalam sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.